Tampilkan postingan dengan label teknik mengajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik mengajar. Tampilkan semua postingan

Mengelola Kelas Agar Selalu Kondusif

Mengelola kelas menjadi selalu kondusif untuk belajar merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru. Apalagi guru Sekolah Dasar yang sering dijengkelkan oleh ulah siswa-siswinya. Mereka para anak SD masih banyak yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya tata tertib di kelas. Mereka suka ribut di kelas, lari-lari di dalam kelas, susah diatur, dan masalah lainnya.
Jika guru tidak memiliki strategi untuk mengatasi permasalahan di dalam kelas, maka sudah dipastikan bahwa guru tersebut akan banyak kehilangan waktu hanya untuk mengatur siswanya sehingga tujuan pembelajaran akan sulit tercapai. Oleh karena itu, melalui tulisan di bawah ini saya ingin berbagi tips tentang cara mengelola kondisi kelas.

 



Berikut adalah Tips Mengelola Kelas Agar Selalu Kondusif


1. Siapkan Rencana Cadangan

Tidak setiap rencana yang telah dituangkan dalam RPP dapat terlaksana semuanya. Dikarenakan banyak faktor yang sangat memengaruhi terlaksana atau tidak rencana yang telah susun. Maka kita sebagai seorang guru, sebaiknya menyiapkan rencana cadangan untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi. Misalnya aktivitas A yang sudah direncanakan ternyata tidak memungkinkan untuk dijaklankan, maka kita perlu memiliki rencana B atau C. Sehingga guru dapat tetap mengontrol kelas dengan baik.


2. Puji Perilaku Siswa

Sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia yang menyukai pujian. Termasuk pula siswa sekolah dasar. Mereka menyukai pujian dari gurunya. Maka, guru sebaiknya segera memuji jika siswa-siswinya yang melakukan hal positif. Terutama saat siswa "pembuat ulah" dapat berperilaku baik. Mereka sangat senang dengan pujian. Entah itu pujian dalam bentuk verbal maupun non verbal.


Namun perlu diingat, bahwa perhatian guru berupa pujian yang diberikan pada siswa tidak boleh hanya diberlakukan untuk satu orang saja. Dikhawatirkan jika pujian hanya diberlakukan pada satu siswa saja, maka motivasi siswa yang lain akan menurun dan serta timbul iri hati antar siswa. Untuk menghindari hal ini, pujian dari guru dapat berupa pula tepuk tangan pada semua siswa yang telah berhasil menguasai pembelajaran pada hari itu.


3. Gunakan Perintah dalam Nada Positif

Jangan bayangkan siswa Anda ramai!
Apa yang terjadi? Anda malah cenderung membayangkan siswa Anda ramai.
Maka sebisa mungkin hindarilah melakukan perintah Anda menggunakan nada negatif seperti kata "jangan".

Coba Anda bandingkan bentuk kalimat perintah di bawah ini! Manakah yang mengandung nada negatif dan manakah yang mengandung kalimat bernada positif.
Jangan ramai, kita kembali ke pelajaran!
Dalam hitungan ke-3, anak-anak akan memperhatikan kata-kata Pak Guru. Satu, Dua, Tiga!
Jangan berlarian di dalam kelas!
Duduklah di kursimu lalu hadapkan pandanganmu ke arah papan tulis! Perhatikan tulisan berikut ini!
Bagaimana?

Semoga tulisan di atas bisa menginspirasi Anda untuk dapat selalu mengelola kelas agar selalu kondusif.
Jika Anda memiliki strategi lain, silakan tuliskan pengalaman Anda di bagian kolom komentar.

Demikian, terima kasih.


8 Keterampilan Mengajar yang Harus Dikuasai Guru



Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam pembelajaran , guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi, yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaannya dalam mengikuti pembelajaran. Misalnya masih banyak peserta didik kurang bernafsu untuk belajar dan membolos terutama pada mata pelajaran, dan guru yang menurut mereka sulit atau menyulitkan. Untuk kepentingan tersebut guru dituntut membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Karena motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan belajar dengan sungguh-sungguh.


Untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik, setiap guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi belajar dalam lingkungannya. Guru juga sebaiknya mampu untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik termotivasi untuk mengikuti pelajaran di kelas.

Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Setiap keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip-prinsip dasar tersendiri. Keterampilan mengajar tersebut dan cara menggunakannya agar tercipta pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan adalah sebagai berikut:

A. Menggunakan keterampilan bertanya

Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.

Keterampilan bertanya yang perlu dikuasai oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.

1. Keterampilan bertanya dasar mencakup;

a. Pertanyaan yang jelas dan singkat, 

b. Pemberian acuan yaitu sebelum mengajukan pertanyaan guru perlu memberikan acuan berupa penjelasan singkat yang berisi informasi yang sesuai dengan jawaban yang diharapkan,

c. Memusatkan perhatian; pertanyaan juga dapat digunakan untuk memusatkan perhatian peserta didik,

d. Memberi giliran dan menyebarkan pertanyaan; guru hendaknya berusaha agar semua peserta didik mendapat giliran dalam menjawab pertanyaan, dan yang lebih penting adalah memberikan kesempatan berpikir kepada peserta didik sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan.

2. Keterampilan bertanya lanjutan meliputi;

a. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif yaitu guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari hanya sekadar mengingat fakta menuju pertanyaan aspek kognitif lain seperti penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi, 

b. Pengaturan urutan pertanyaan yaitu pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan,

c. Peningkatan terjadinya interaksi yaitu guru hendaknya menjadi dinding pemantul. Jika ada peserta didik yang bertanya, guru tidak menjawab secara langsung, tetapi dilontarkan kembali ke seluruh peserta didik untuk didiskusikan.

B. Memberi penguatan

Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.

C. Mengadakan variasi

Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi;

1. Variasi dalam gaya mengajar misalnya variasi suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang dengan peserta didik.

2. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar misalnya variasi alat dan bahan yang dapat dilihat, penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.

3. Variasi dalam pola interaksi misalnya dalam mengelompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan dalam pengorganisasian pesan ( deduktif dan induktif).

D. Menjelaskan

Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.

2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.

E. Membuka dan menutup pelajaran

Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah:

1. Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disajikan.

2. Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.

3. Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

4. Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan disajikan.

5. Mengajukan pertanyaan, baik untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang telah lalu maupun untuk menjajaki kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.

Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pencapai tujuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk menutup pelajaran kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan adalah:

1. Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh peserta didik, atau permintaan guru, atau oleh peserta didik bersama guru).

2. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari dan tugas-tugas yang harus dikerjakan (baik tugas individu maupun tugas kelompok) sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

4. Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.

F. Membimbing diskusi kelompok kecil

Hal-hal yang perlu dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran adalah:

1. Pembentukan kelompok secara tepat

2. Memberikan topik yang sesuai

3. Pengaturan tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.

G. Mengelola kelas

Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.

Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen sebagai berikut:

1. Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal

a. Menunjukkan sikap tanggap dengan cara; memandang secara seksama, mendekati, memberikan pernyataan dan memberi reaksi terhadap gangguan di kelas.

b. Memberi petunjuk yang jelas.

c. Memberi teguran secara bijaksana.

d. Memberi penguatan ketika diperlukan.

2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal

a. Modifikasi perilaku yaitu mengajarkan perilaku yang baru dengan contoh dan pembiasaan, meningkatkan perilaku yang baik dengan penguatan, dan mengurangi perilaku buruk dengan hukuman.

b. Pengelolaan kelompok dengan cara; peningkatan kerja sama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.

c. Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah, misalnya mengawasi secara ketat, mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya, menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi, dan menghilangkan ketegangan dengan humor. 

H. Mengajar kelompok kecil dan perorangan

Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan:

1. Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas.

2. Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervisi, dan interaksi pembelajaran.

3. Pemberain tugas yang jelas, menantang dan menarik.

Untuk melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berpikir peserta didik agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.

Selain beberapa komponen keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, guru juga harus kreatif, profesional, dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut;

1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.

2. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.

3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakatnya.

4. Pemberi sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.

5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab kepada peserta didik.

6. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturrahmi dengan orang lain.

7. Mengembangkan kreativitas peserta didik.

Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.


dikutip dari http://www.sriudin.com/2009/11/8-keterampilan-mengajar-untuk-membuat.html

HOTEL JANTUNG (Cara Menghafal Peredaran Darah Manusia)

Alhamdulillah masih bisa share lagi sesuatu untuk dunia pendidikan SD. 

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi teknik pada rekan-rekan guru semua tentang urutan aliran darah manusia. Materi ini adalah merupakan salah satu materi yang akan di uji nasionalkan berdasarkan kisi-kisi UN SD Tahun 2012 yaitu mata pelajaran IPA. 

Melalui tulisan ini bukan maksud saya untuk menggurui atau merasa paling pinter namun karena adanya dorongan jiwa untuk berbagi ilmu yang sekiranya nanti memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Berikut saya cuplikkan sepenggal ayat yang saya percayai kebenarannya, mudah-mudahan para pembaca sekalian juga bisa mengambil hikmah dari ayat ini. 

Al Baqoroh: 159
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati."


Al Baqoroh : 174
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih."

 

Haduh, kok malah jadi kayak ceramah gini.... Maaf ya Pak Bu... Saya hanya memberitahukan bahwa kedua ayat di atas adalah pedoman dan dasar saya untuk menulis sesuatu di blog ini.

Hotel Jantung (Cara Menghafalkan Peredaran Darah Manusia)  


Baiklah, mari kita menuju ke permasalahan Jantung manusia. Eh, aliran darah manusia ding...

Sebenarnya kita semua tahu bahwa jantung manusia terdiri dari 4 ruang. 
Yaitu Serambi Kanan (SA), Serambi Kiri (SI), Bilik Kanan (BA), dan Bilik Kiri (BI).

Katup satu arah mengendalikan aliran darah melalui empat ruang tersebut. Darah yang mengalir ke jantung dari seluruh tubuh berwarna kebiru-biruan. Darah berubah menjadi merah saat bercampur dengan oksigen. Darah dari tubuh mula-mula mengalir masuk serambi kanan, lalu ke bawah ke bilik kanan. Jantung lalu memompa darah ke paru-paru. Di paru-paru itulah darah menukar karbondioksida dengan oksigen. Kemudian darah beroksigen mengalir ke serambi kiri, lalu mengalir ke bilik kiri yang akhirnya dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.

Nah, bagaimana cara kita mengajarkan ke anak didik materi di atas. Berikut ini saya beri contoh teknik Bercerita yang berjudul "Hotel Jantung". Teknik ini saya kutip dari buku berjudul Quantum Teaching karya Bobbi de Porter, dkk pada halaman 187-188.

Hotel Jantung Cara Menghafal Peredaran Darah Manusia


Berikut ulasannya:

Setibanya di Hotel Jantung yang terkenal, Anda hendak meninjau fasilitas. Seorang pelayan, bernama Aliran Darah langsung datang untuk mengantarkan Anda berkeliling. Dia memberitahukan bahwa Hotel Jantung ini mempunyai empat kamar. Dua serambi dan dua bilik. 

Pertama kali dia membawa Anda ke Serambi Kanan (SA). Anda melihat ke sekeliling dan memperhatikan tanaman di sana berwarna biru. Aliran Darah juga berubah menjadi biru. Anda ingin keluar lagi, tetapi pintu tidak dapat dibuka dari sisi ini. Anda dan Aliran Darah harus keluar lewat pintu lain.

Rupanya Hotel ini mengambil tema tradisional, karena ruang yang Anda masuki dibatasi oleh dinding bilik. Warna yang digunakan di bilik ini juga masih bernuansa biru. Lagi-lagi pintu hanya dapat dibuka dari satu sisi. Anda tidak bisa kembali ke Serambi. Anda harus menggunakan pintu lain.

Anda menyusuri lorong panjang dan muncul di sebuah kamar yang berisi dua pompa besar bertanda "P" (Paru-paru). Aliran Darah menukar kantung sampah bertuliskan "KD" (Karbondioksida) yang sudah penuh dengan kantong bersih bertanda "O"(Oksigen). 

Saat Aliran Darah mengambil oksigen, dia berubah menjadi merah cerah. Lalu dia membawa Anda melalui sebuah pintu lain di sebelah kiri, bertanda serambi. Di serambi kiri (SI), semua tanaman berwarna merah. Anda kemudian masuk ke bilik kiri (BI) yang sama-sama bernuansa merah.

Untuk keluar dari bilik tersebut, Anda melewati pintu yang bertuliskan "AORTA". Aliran Darah berkata,"Datang lagi ya!", Anda pun menjawab, "Pasti."


Nah, bagaimana? Sudah ada gambarankah tentang Aliran Darah Manusia?
Untuk lebih membuat pengalaman hotel jantung tadi mengena ke peserta didik, silakan didemonstrasikan bersama dengan anak-anak. Mereka pasti lebih mudah dan menguasai materi tentang peredaran manusia.

Cobalah semoga bermanfaat.

Menghafal Susunan Planet dalam Sistem Tata Surya



Alhamdulillah saya update lagi teknik menghafalkan dan mengajarkan nama-nama planet yang beberapa hari lalu pernah saya share. Bermula dari masih adanya kesulitan diantara siswa saya yang belum bisa menghafalkan susunan planet dengan benar sehingga saya berfikir untuk menggunakan sistem mnemonik yang berkesan agar mereka lebih mudah menerima. Dan ternyata dari pemikiran bawah sadar itu ada sebuah kilasan yang muncul ketika perjalanan saya menuju ke sekolah. Seolah-olah mengingatkan agar membuat teknik khusus untuk membantu daya hafal siswa saya. Akhirnya disetiap jalan saya berfikir bagaimana caranya agar susunan planet dalam tata surya bisa mudah dihafalkan. Dengan metode bernyanyi mungkin bisa, tapi saya tetap berfikir dengan cara lain yang harus unik dan nyleneh agar otak mudah menerima.

Puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah membantu saya dalam memikirkan teknik tersebut. Muncul ide untuk membuat cerita yang aneh tentang susunan nama-nama planet yang terdiri dari Merkurius sampai Neptunus.
Nama-nama planet tersebut akhirnya saya ubah dengan nama sesuatu yang jika nanti dikaitkan akan memberikan informasi atau memicu mengingat nama planet yang sebenarnya. Inilah hasil yang saya dapatkan sepanjang perjalanan menuju sekolah tadi pagi (Jumat,10 Feb 2012).


  1. Merkurius= Merak
  2. Venus      = Vespa
  3. Bumi        = Bom
  4. Mars        = Emas
  5. Yupiter     = Jupiter
  6. Saturnus   = Satu
  7. Uranus     =  Orang
  8. Neptunus = Nepal\
Kedelapan planet di atas dapat dengan mudah dihafal dengan cerita seperti ini:

"Ada Merak yang mengendarai Vespa (guru sambil memperagakan, biar lucu lho ya...). Tapi sayang ia menabrak Bom yang akhirnya membuatnya meledak (Dorrrr....Asap mengepul). Setelah asap tadi hilang ternyata ia berubah menjadi Emas dan motornya menjadi Jupiter (Aneh ya...?). Karena kejadian ini langka akhirnya dibelilah semua (Emas dan Jupiter tadi) oleh Satu Orang yang kaya raya dari Nepal".

Sambil bercerita, guru sambil menekankan hal penting (yang berwarna biru)  di papan tulis. 
Dan ternyata anak yang semula belum hafal susunan nama planet setelah ia bercerita sendiri seperti contoh di atas dengan minimal 2 kali pengulangan akhirnya berhasil dan tersenyum serta meyakinkan saya bahwa ia telah hafal 100%. Tepuk tangan yang spontan dari teman-teman yang lain memberi dukungan untuk anak tadi. Saya juga ikut tersenyum dan memberikan tepukan tangan untuknya. Terima kasih ya Allah.....

Dan ini ada usulan dari rekan guru yang juga sahabat FB saya yang bernama Puji Put dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk beliau karena telah memberikan kontribusi bagi saya dan juga dunia pendidikan yaitu teknik mengajarkan susunan planet dalam tata surya. Menurut beliau susunan planet tersebut di atas dapat dengan mudah dihafalkan dengan cara Akronim sebagai berikut:

MerVeBuMaYuSaUrNep


Untuk praktik penggunaannya, saya serahkan sepenuhnya pada para pembaca yang budiman. Semoga artikel ini memberi inspirasi dan bermanfaat.

Menghafal Lapisan Matahari


Masih ingat kan di pelajaran IPA kelas 5 kita telah mempelajari lapisan-lapisan matahari. Nah, masih ingatkah?
Apalagi sebagai guru kelas 5, tentu Anda masih ingat dengan gamblang susunan matahari tersebut. Eits, sebaiknya sebagai guru SD kita juga harus menguasai lapisan-lapisan matahari itu lho. Apalagi sebagai guru kelas 6, yang mana materi tersebut kadang keluar pada Ujian Nasional. Hayo, gimana jika gurunya saja belum hafal. Apalagi muridnya... (hehehe bercanda lho Pak, Bu...)

Nah, untuk itulah saya ingin sekedar sharing tentang bagaimana menghafal lapisan-lapisan matahari dengan mudah. Intinya kita gunakan prinsip sebagai berikut "otak itu sukanya hal yang aneh, lucu, unik, dan berkesan". Sehingga jika kita ubah materi dengan prinsip tersebut, insya Allah deh otak akan suka. Dan jika otak sudah suka, tentu saja ingatan kita akan semakin baik.

OK, langsung saja lapisan matahari dari dalam ke luar terdiri dari:
1. Inti
2. Zona Radiasi
3. Zona Konveksi
4. Fotosfer
5. Kromosfer
6. Korona

Agar lebih mudah menghafal saya gunakan metode bercerita kenang-kenangan dari guru Fisika saya sewaktu SMP. Metode bercerita tersebut adalah sebagai berikut:

Mbah Inti Njaluk Foto Karo Mbah Kromo Numpak Korona. (bahasa Jawa)

kalo di Indonesiakan kira-kira menjadi

Mbah Inti Minta diFoto dengan Mbah Kromo Naik Korona

Lho, kok zona radiasi dan zona konveksinya belum ada?
Hehehe.... sengaja saya buat seperti itu agar para pembaca membuat cerita sendiri agar lebih memberikan kontribusi yang inovatif bagi pendidikan.

Ok, sekian dulu ya... saya tunggu komentar atau tanggapannya dari para pengunjung sekalian. Syukur kalo komentnya adalah metode menghafal lapisan matahari dengan metode yang lain. Agar khasanah pengetahuan saya lebih banyak lagi. Trima kasih...

CARA MUDAH MENGHAFALKAN URUTAN PLANET


Definisi Planet

Menurut guru penulis planet adalah benda langit. Dua kata benda danlangit itu diyakini benar sehingga tak satu gurupun yang menyangkal atau memprotes tentang definisi planet itu. Nah apakah pernyataan yang menyatakan bahwa planet itu adalah benda langit itu benar ? 

Berikut adalah pendapat Profesor Iwan Williams dan kawan ilmuwan di Praha Ceko pada 24 Agustus 2006, memutuskan definisi baru tentang planet. Planet adalah benda langit yang (1) mengorbit matahari, (2) mempunyai massa yang cukup bagi gaya gravitasinya untuk mengatasi gaya-gaya luar lainnya, sehingga dengan keseimbangan hidrostatiknya mempunyai bentuk hampir bulat, dan (3) telah menyingkirkan objek-objek lain di sekitar orbitnya. Rumusannya dapat juga disederhanakan menjadi, planet adalah benda langit yang mengitari matahari, bentuknya bulat, dan merupakan satu-satunya objek dominan diobjek-objek lain di sekitar orbitnya, dan (4) bukan satelit.


Pluto dicoret



Perkembangan teknologi mempengaruhi teori perbintangan yang telah ada. Dulu sekitar tahun 19….. -2005 susunan tata surya sedikitnya ada sembilan planet (benda langit). Namun sejak tahun 2006 planet yang bernama Pluto ini dicoret sehingga tak masuk dalam susunan tatasurya.

SUSUNAN PLANET DI TATA SURYA KITA SEKARANG SEBAGAI BAHAN PENGEMBANGAN WAWASAN PESERTA DIKLAT GURU IPA

Hingga saat ini susunan tatasurya terdiri dari delapan planet yang diyakini mengelilingi matahari yakni 1)Mercurius 2) Venus 3) Bumi 4) Mars 5) Yupiter 6)Saturnus 7) Uranus 8) Neptunus.


Menghafalkan Urutan Planet

1. Menghafal Urutan Planet dengan Lagu
Kali ini saya akan mencoba untuk membantu kamu dalam dapat menghafalkan urutan nama planet yang mengelilingi matahari dengan teknik total word technique (TWT). 

Cara mudah menghafalkan urutan planet


Pada teknik TWT ini informasi yang ingin diingat diubah menjadi singkatan atau akronim. Atau jika informasi yang akan diingat merupakan kata-kata asing maka dapat diubah menjadi kata-kata yang memiliki bunyi hampir sama. 

Teknik ini sering disebut dengan jembatan keledai. Setelah itu, singkatan atau akronim tadi barulah dibuat menjadi cerita agar dapat diterima oleh otak kanan kita.


Cara yang lain dan melengkapi teknik ini adalah dengan model akronim dan dilagukan. Nama planet yang akan dihafalkan diakromnimkan dan kemudian diubah menjadi nyanyian. Contoh urutan planet yang nomor satu mercurius diubah menjadi samer artinya satu mercurius. Duven artinya urutan ke- 2 Venus dst. Sehingga jika diurut dari urutan 1 - 8 adalah ; samer, duven, tibu, patmars, mayu, namsat, tuuran, pannep. 

Kedelapan kata tersebut kita susun menjadi lirik dengan lagu yang mudah dihafal siswa misalnya naik-naik ke puncak gunung seperti berikut.

Samer duven tibu patmars
Mayu namsat tuuran
Samer duven tibu patmars
Mayu namsat tuuran


Reff:
Pannep itu ya neptunus
Urutan ke dlapan
Pannep itu ya neptunus
Urutan ke dlapan


Keterangan
Samer= satu mercurrius
Duven= duavenus
Tibu = tiga bumi
Patmars= empat Mrs
Mayu = lima Yupiter
Namsat= Enam Saturnus
Tuuran = Tujuh Uranus
Pannep= Delapan Neptunus

2. Menghafal Urutan Planet dengan Jembatan Keledai

Metode menghafal urutan planet yang kedua ini menurut saya adalah yang paling mudah. 

Gunakan akronim seperti ini:

Mervebumar Yusaurnep

Penjelasan:

Mer = merkurius
Ve = venus
Bu = bumi
Mar = mars
Yu = yupiter
Sa = saturnus
Ur = uranus
Nep = neptunus

Dengan teknik ini insya Allah para peserta didik akan lebih mudah dalam menghafal urutan nama planet yang mengelilingi matahari.

Selamat mencoba!
Jika Anda memiliki cara lain dalam mengingat nama-nama urutan planet, silakan share di bagian kolom komentar.

Terima kasih.


Menguadratkan Suatu Bilangan dengan Mudah dan Cepat

 Operasi hitung perkalian sudah diajarkan sejak di sekolah dasar (SD) kelas II semester 2, namun kadang siswa masih mengalami kesulitan apabila melakukan operasi hitung perkalian secara cepat. Terutama, ketika mereka harus menguadratkan suatu bilangan secara mudah dan cepat. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas tentang bagaimana cara/teknik menghitung kuadrat suatu bilangan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan teknik sebagai berikut.


  1. Kuadrat jumlah suatu bilangan
Dowload Lengkap File: Teknik Menguadratkan Suatu Bilangan dengan Mudah
Cara Download : Klik link di atas, tunggu 5 detik kemudian klik SKIP AD untuk melanjutkan download


Langkah Awal Siswa Cerdas


Kita tahu bahwa syarat utama agar cerdas dalam belajar adalah konsentrasi terfokus. Namun tahukah Anda bahwa rata-rata dari kita hanya dapat melakukan konsentrasi terfokus sekitar 5 menit saja pada awal pelajaran? Kemudian setelah 5 menit awal itu, pikiran kita akan mudah terkacaukan kembali oleh hal-hal yang lain. Nah, untuk itulah melalui tulisan ini saya akan berbagi sedikit ilmu bagaimana mempertahankan konsentrasi siswa agar lebih lama. Yang sekaligus merupakan langkah awal dari menuju kecerdasan.

Melalui pengamatan dan pengalaman saya selama ini ketika mengajar, sebenarnya semua siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan kemampuan belajarnya. Namun tetap ada saja diantara siswa kita yang selalu mengalami lambat dalam belajar. Dan jika hal ini dibiarkan dan hanya disampingkan oleh guru maka sudah  pasti masalah kesulitan belajar tidak akan pernah terselesaikan.

Salah satu cara strategis untuk mengatasi kesulitan belajar siswa yang saya tulis disini adalah membuat mereka konsentrasi terpusat dalam waktu yang lama. Kebanyakan dari siswa mengalami kesulitan belajar karena mereka belum menguasai secara total konsep dasar yang menjadi pijakan utama materi-materi selanjutnya. Dan, kenapa mereka belum menguasai konsep dasar tersebut? Tahukah Anda? Berdasar pengamatan saya, hal ini disebabkan salah satu diantaranya adalah mereka benar-benar belum berkonsentrasi secara terpusat pada saat menerima suatu konsep awal dari pokok bahasan. Sehingga dengan alasan inilah saya rekomendasikan bagi para pendidik agar benar-benar bisa mengelola kondisi kelas pada konsentrasi terfokus ketika guru menerangkan suatu konsep.

Langkah guru untuk memulai membuat konsentrasi anak terfokus adalah dengan berkata pada mereka " Singkirkan semua hal yang mengganggu konsentrasi!"  Sambil menatap ke sekeliling siswa. Termasuk dalam hal yang mengganggu konsentrasi adalah memegang pensil, menatap teman, melamun, menggaruk-garuk karena gatal, membaca buku, menulis, dan lain sebagainya. Nah, setelah siswa benar-benar dalam keadaan konsentrasi terpusat dalam artian sudah tidak ada lagi hal yang mengganggu konsentrasi, guru baru memulai menerangkan konsep. Kita harus ingat dan sadar bahwa semua siswa bisa belajar dengan optimal jika menguasai konsep dasar dan belajar dengan konsentrasi terfokus dalam waktu yang lama.

Demikian sedikit hal yang dapat saya share kali ini.  Yang mana tulisan di atas setelah saya praktekkan di kelas, siswa berprestasi rendah pun dapat menguasai materi baru dengan mudah seperti halnya siswa lain. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

Langkah Pembelajaran Berkarakter, Contoh Alternatifnya


1. PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Contoh alternatif :
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD

2. KEGIATAN INTI

Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :
a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)
1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir
logis, kreatif, kerjasama)
2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

b. Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya sehingga  pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan dalam.)
1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif, logis)
2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis)
4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)
6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

c. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)
1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan)
4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);
d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu); dan
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

3. PENUTUP
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui kelebihan dan kekurangan);
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan lebih intensif selama tahap penutup.
a. Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.
b. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
c. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang ditunjukkan oleh siswa.
d. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai karya orang lain dan rasa percaya diri.
e. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.
f. Berdoa pada akhir pelajaran.

Faktor lain yang perlu diperhatikan:
1. Guru harus merupakan seorang model dalam karakter. Dari awal hingga akhir pelajaran, tutur kata, sikap, dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilai-nilai karakter yang hendak ditanamkannya.
2. Guru harus memberikan reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang dikehendaki dan pemberian punishment kepada mereka yang berperilaku dengan karakter yang tidak dikehendaki. Reward dan punishment yang dimaksud dapat berupa ungkapan verbal dan non verbal, kartu ucapan selamat (misalnya classroom award) atau catatan peringatan, dan sebagainya. Untuk itu guru harus
menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selama proses pembelajaran.
3. Hindari mengolok-olok siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. Pada sejumlah sekolah ada kebiasaan diucapkan ungkapan Hoo … oleh siswa secara serempak saat ada teman mereka yang terlambat dan/atau menjawab pertanyaan atau bergagasan kurang berterima.
Kebiasaan tersebut harus dijauhi untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab, empati, kritis, kreatif, inovatif, rasa percaya diri, dan sebagainya.
4. Guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat, karya, dan/atau sikap siswa.
5. Guru menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ‘hati’.Dengan cara ini sikap-sikap saling menghargai dan menghormati, kritis, kreatif, percaya diri, santun, dan sebagainya akan tumbuh subur.

Wali Songo dan teknik menghafalkannya

Akhirnya bisa berbagi tulisan lagi dengan pengunjung setia seputarpendidikansd.blogspot.com. Kali ini saya ingin berbagi teknik menghafalkan tokoh Wali Songo yang tentu saja jumlahnya ada 9 orang. Mungkin bagi sebagian besar orang sudah hafal dengan Wali Songo. Namun bagi anak Sekolah Dasar yang baru belajar tentang Wali Songo tentunya akan mengalami hambatan untuk menghafalkannya. Nah, untuk itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan pembaca sekalian untuk menghafalkannya. 

Tekniknya sangat sederhana, yaitu otak manusia sukanya pada hal yang aneh, unik, berkesan, dan lucu. Keempat hal inilah yang menginspirasi saya untuk mengajarkan pada siswa saya bagaimana menghafalkan nama-nama Wali Songo. Karena saya menyadari mereka masih sulit untuk menghafalkan jika hanya membaca dengan berulang-ulang. 

Eits, namun sebelum kita lanjutkan lebih jauh, mungkin dari pembaca sekalian bisa menyebutkan tokoh Wali Songo? Cobalah Anda sebutkan lalu periksalah jawabannya di bawah ini. (Sangat saya rekomendasikan agar Anda mencoba terlebih dahulu mengingat tokoh Wali Songo sebelum melihat jawabannya). Silahkan dicoba ya......!





Ok, mari kita cocokkan jawabannya dengan data di bawah ini:  ( Hitunglah berapa tokoh yang sudah Anda sebutkan!)
Wali Songo:

Kesembilan tokoh di atas bisa mudah kita hafalkan dengan metode bercerita. Berikut adalah salah satu contoh metode bercerita dan imajinasi yang saya buat bersama para siswa.
Ada sebuah bus "Gunung Muria" dan sopirnya sedang menghisap rokok "Kudus". Bus tersebut menuju ke daerah "wonoGiri"membawa semen "Gresik" dan alat musik "Bonang". Sesampainya di "Gunung yang banyak Jatinya" bus tersebut tergelincir oleh buah "Apel" hingga menyebabkan terjebur ke "Kali" hingga akhirnya terbakar sampai suhunya 1000 "derajat".
Hehehe.... Mungkin terlihat aneh, namun cerita diatas setelah saya praktekkan di kelas hasilnya luar biasa. Hampir semua siswa saya yang berjumlah 27 anak bisa menghafalkan nama-nama Wali Songo dengan benar. Silahkan dicoba dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita semua. Aamiin.









Panitia Sembilan dan teknik menghafalkannya.


Coba Anda sebutkan tokoh dari Panitia Sembilan! Hayo siapa yang sudah hafal?

Nah, jika Anda sudah bisa menyebutkan dengan benar berarti kemungkinan besar siswa Anda nantinya juga bisa dengan mudah menghafalkan. Namun bagaimanakah jika seorang guru masih sulit untuk menghafalkan? Tentu saja saya yakin siswanya juga sulit menghafalkan. Mungkin Anda juga setuju dengan pendapat saya.

Nah, disini saya ingin berbagi teknik menghafal tokoh Panitia Sembilan dengan meringkasnya menjadi satu kalimat. Dengan kalimat tersebut tentu saja akan memudahkan kita dan juga siswa untuk menghafalkan panitia sembilan dibandingkan menghafalkan secara membaca satu persatu.

Panitia Sembilan terdiri dari : Ir. Soekarno, Muh. Hatta, A.A Maramis, Kahar Muzakkir, Ahmad Soebardjo, Wachid Hasyim, Agus Salim,  Abikusno Tjokrosoejoso, Muh. Yamin. Bisa dengan mudah kita hafalkan dengan menyingkatnya menjadi kalimat SOEMUH MAKAR BAWA SABITNYA.

Berikut penjelasannya:
Soe  = Soekarno
Muh = Muh. Hatta

Ma  = A.A Maramis
Kar = Kahar Muzakkir 

Ba   = Ahmad Soebardjo 
Wa  = Wachid Hasyim

Sa   = Agus Salim
Bit  = Abikusno 
nYa= Muh. Yamin

Nah, cobalah Anda menghafalkannya dengan metode di atas. Saya yakin setelah Anda mencoba 2-3 kali pasti bisa menghafalkan dengan mudah. Dan tentu saja setelah berhasil menghafalkan, siswa Anda layak untuk Anda ajarkan dengan teknik di atas. Mudah-mudahan tulisan kecil ini banyak membawa manfaat bagi kita semua.

















Teknik Pengkondisian Kelas Ketika Siswa Ramai

"Kelas tenang gurupun Senang " Itulah fenomena yang mungkin kita idam-idamkan sebagai seorang guru. Kelas yang tenang serasa di surga. Kelas yang tenang juga akan membuat kita merasa nyaman dalam melaksanakan proses pembelajran. Kelas yang tenang bukan berarti kelas yang mencekam karena ulah kita sebagai "guru killer", namun karena ulah dan kerja kita dalam me-manage kelas secara excellent,. Ya, mungkin jika diteorikan memang mudah, namun jika kita dalam keadaan nyata akan terasa sangat sulit untuk memunculkan sosok kata manage tersebut, bahkan yang ada hanyalah kesemrawutan tata kelas.

Maka untuk itulah kita dituntut untuk mengusai berbagai macam Pendekatan Pembelajaran, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, bahkan dengan penggunaan Media Pembelajaran .

Disiplin dan manajemen kelas, merupakan pertempuran yang sering terjadi ketika kita berada di dalam kelas, tak dapat disangkal, kita harus menang dalam setiap pertempuran di dalam kelas. Tanpa terfokus dan relatif dapat menenangkan siswa, Anda mungkin juga melupakan kerja keras dan prestasi akademik yang signifikan untuk memenangkan manajemen kelas.
Percaya atau tidak, sangat mungkin untuk menenangkan siswa dan menjaga mereka tetap mengerjakan tugas. Kuncinya di sini adalah untuk mendapatkan kreatif dan tidak mengharapkan satu rutinitas untuk bekerja selamanya. Banyak sekali efektivitas yang dimodifikasi dengan waktu; sehingga merasa bebas untuk menerapkan melalui berbagai metode yang tercantum di bawah ini.
Berikut adalah beberapa uji strategi disiplin guru-siswa yang memenuhi tujuan untuk mempertahankan kelas yang tenang dengan mudah:


1. The Music Box -
Beli kotak musik yang murah. (Target untuk sekitar Rp 100.000,- atau dapat menggunakan music box yang telah ada misalnya tape, mp3 player, dll) . Setiap pagi, Katakan kepada siswa, setiap kali mereka berisik atau tidak mengerjakan tugas, Anda akan membuka kotak musik dan membiarkan music box menyala dan memutar musicnya sampai mereka tenang dan kembali bekerja. Jika, di akhir hari, anak-anak menerima beberapa jenis hadiah. Mungkin mereka dapat memperoleh tiket untuk gambar mingguan atau beberapa menit menjelang akhir minggu untuk waktu bebas bermain. Anak-anak akan mencintai permainan ini dan akan segera tenang ketika anda mencapai ke arah kotak musik. Trik ini telah dimainkan oleh seorang mahasiswa salah satu Universitas di Cambridge, Michelle Nisly, tidak ada salahnya jika kita mencobanya pada kelas di Indonesia.
2. The Quiet Game -
Entah mengapa, ketika Anda baru saja menambahkan kata "permainan" untuk permintaan Anda, anak-anak pada umumnya akan sangat merespon, ya, karena anak-anak mencintai permainan.
Setelah mengulangi tuntutan untuk tenang itu hampir diabaikan, kita memutuskan untuk memiliki anak-anak bermain dalam "The Quiet Game.". Caranya seperti ini : Pada dasarnya, mereka memperoleh 3 detik untuk membuat suara sebanyak yang mereka inginkan dan kemudian, aba-aba "diam" kita ucapkan ! Mereka menjadi diam selama mungkin. Siswa yang membuat keributan menerima terlihat seperti rendah dan tekanan rekan-rekan mereka untuk menenangkan diri lagi di sesi berikutnya. Sering kali kita mengatur penghitung waktu dan mengatakan anak-anak bahwa kita akan melihat berapa lama mereka dapat tetap diam kali ini. Sejauh ini, trik ini telah bekerja dengan baik tanpa imbalan apapun, konsekuensi, kekalahan, atau pemenang. Tetapi, efektivitas mungkin luntur dan kita harus menambahkan beberapa komponen lain ke permainan. Anda mungkin terkejut melihat seberapa baik teknik sederhana ini berhasil! Cobalah !
3. Eye the Clock
Mungkin trik ini sudah tidak asing lagi bagi kita, atau bahkan hal yang sangat baru dan berguna bagi kita seorang guru. Setiap kali siswa Anda terlalu keras dan ribut sehingga membuang-buang waktu, maka mata Anda pasti mengarah pada jam atau arloji Anda. Hal ini karena " waktu ", ya, waktu bukan lagi uang, namun "waktu adalah harta kita". Dengan patokan kenyataan seperti ini, maka " taraaaaaaaaaaaaaaaaaaa, kita sulap menjadi sebuah permainan yang menantang bagi siswa. Kita mulai saja cara kerja trik ini. Pertama, pastikan bahwa anak-anak memang dalam keadaan membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak karuan ketika mengerjakan soal atau tugas. trik ini sangat simple namun sangat berpengaruh jika anda dapat me-manage ini. Katakan kepada siswa bahwa mereka akan kehilangan waktu istirahatnya jika mereka hanya ribut dan membuat ulah tidak jelas, contoh : " Anak-anak, yang ribut, yang mondir sana sini, yang bikin ulah tidak karuan, maka bapak akan mengurangi waktu istirahannya !! katakan dengan nada dan intonasi suara yang meyakinkan. Biarkan para siswa tahu bahwa yang mereka lakukan hanya membuang-buang waktu dengan menjadi ribut. Ini biasanya bekerja dengan sangat baik karena anak-anak tidak ingin kehilangan waktu istirahat. Lacak waktu yang hilang (turun ke sesi kedua!) Dan terus kita awasi kelas dengan tanggung jawab. Jika tidak, ancaman kosong Anda akan segera ditemukan dan trik ini tidak akan bekerja sama sekali. Tapi, sekali anak-anak melihat maksud apa yang Anda katakan, hanya melirik ke arah jam akan cukup untuk menenangkan mereka.Trik ini cepat dan mudah dan akan bekerja dalam situasi apa pun!

4. Hands Up -
nonverbal adalah cara lain untuk menenangkan kelas Anda yakni melalkukan suatu gerakan tubuh yang memfokuskan alur lalu lintas belajar kelas ke arah Anda, misalnya seperti dengan mengangkat tangan. Bila murid-murid melihat bahwa tangan Anda dinaikkan, mereka juga akan mengangkat tangan mereka. Tentunya dengan kesepakatan yang di buat terlebih dahulu bersama seluruh kelas sebelum pembelajaran kelas dimulai. Tangan berarti berhenti bicara dan memperhatikan guru. Anak akan memperhatikan petunjuk atau sinyal terhadap gerakan yang anda lakukan, gelombang penggalangan tangan akan menyelimuti ruangan dan Anda akan segera memiliki perhatian seluruh kelas dan kembali, anda akan menguasai kelas. A twist on ini adalah untuk mengangkat tangan Anda dan menghitung satu jari pada satu waktu. Pada saat Anda menghitung sampai lima, kelas perlu diam-diam menaruh perhatian pada Anda dan arahan Anda. Anda mungkin ingin diam-diam menghitung sampai lima bersama dengan isyarat visual dari jari-jari Anda. Siswa Anda akan segera terbiasa dengan rutinitas ini dan itu harus cukup cepat dan mudah untuk menenangkan mereka.
Kunci untuk setiap keberhasilan rencana pengelolaan kelas adalah berpikir dengan hati-hati tentang tujuan yang ingin Anda capai dan bertindak dengan penuh percaya diri. Anda adalah guru. Anda bertanggung jawab. Dan andalah raja di kelas, berfikirlah bahwa anda tidak lebih pintar didalam kelas, jadikan para siswa partner anda, tanpa adanya siswa anda tidak akan menjadi guru profesional, dan tanpa siswa anda tidak ada, anda tidak akan berdiri didepan kelas dengan sendirinya. Jika Anda tidak percaya tentang pengelolaan kelas dan mendasari ini sepenuh hati, anak-anak akan merasakan ragu dan bertindak atas perasaan diri mereka sendiri.
Sadar merancang disiplin rutinitas dan mengajar mereka secara eksplisit. Rutinitas Siswa adalah cinta sebanyak yang kita lakukan. Buatwaktu di kelas sebagai individu yang produktif dan setengan mungkin, tentang dalam arti berpikir kritis tanpa ada rasa tekanan. Percayalah, Anda dan anak-anak akan berkembang di bawah keadaan seperti itu!





Semoga trik ini bermanfaat bagi kita semua.. Amin.


Mohon Komentarnya agar ADMIN dapat memperbaiki jika ada kesalahan atau kerancuan dalam artikel ini. Sebelum dan sesudahnya ADMIN mengucapkan terima kasih....








Resource : Google.co.uk

© all rights reserved
dibuat dengan penuh oleh Wiji Hatmoko