Facebook

[left-side]

Yuk kita mengingat kembali masa-masa menjelang raportan pada waktu sekolah dasar.
Apa yang paling Anda nantikan saat itu? 

Rangking? 

Ya, dengan rangking kita bisa mengetahui sejauh mana kemampuan kita dibandingkan teman yang lain. Dengan rangking pula kita bisa terus memacu semangat belajar. Namun sayangnya, bagi anak yang pesimis apalagi yang prestasinya buruk, dengan rangking,semakin menjadikan mereka seperti dikucilkan dari dunia ini. Dianggap rendah, bodoh, dan tersingkirkan dari kelompok, Semoga bukan Anda dan bukan keluarga Anda. 

Jika Anda sebagai guru, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri, mengapa siswa yang prestasinya paling rendah di kelas selalu dan hampir selalu mendapat prestasi yang rendah di jenjang berikutnya? Pertanyaan di atas sebanarnya adalah pertanyaan besar saya pada diri sendiri. 

Jawaban sederhananya adalah hipnosis. Ya, hipnosis. Tahukah Anda bahwa melalui pelabelan bahwa aku adalah orang yang bodoh (dalam hal ini melalui rangking terakhir) maka secara tidak langsung kita ikut andil dalam masa depan mereka. Ya, kita telah menghipnosis orang-orang di sekeliling mereka untuk turut membantu mengatakan kepada mereka bahwa kamu adalah orang bodoh. Percayalah, bahkan orang terdekat yaitu orang tua anak juga ikut terhipnosis dan menyadari bahwa anaknya adalah siswa bodoh.

Hmm.. mungkin sangat jarang pemikiran kita sejauh itu. 
Mungkin inilah nilai raport siswa tidak tercantumkan peringkat atau rangking siswa.
Jujur dalam hati, sebagai orang tua saya jauh lebih suka sistem raport kurikulum 2013. Disana saya bisa lebih jauh mengenali apa yang dikuasai anak saya dan apa yang belum sesuai tahap perkembangannya.

Lalu apakah kita masih perlu merangking siswa lagi?
Menurut pendapat saya, tentu saja perlu, namun sebaiknya rangking tidak digembar-gemborkan secara massal mengingat dampak negatif yang mungkin timbul bagi psikis anak.

Bagaimana menurut Anda?


Mau tulisan kamu diposting di website SeputarPendidikanSD.blogspot.com ?

Kirim aja tulisanmu ke email. wijihatmoko@ymail.com
insya Allah saya terbitkan dengan beberapa syarat:

1. Tulisan harus murni merupakan karya sendiri, bukan merupakan plagiat atau hasil copy paste dari blog lain.
2. Materi tulisan mengenai pendidikan di lingkup sekolah dasar
bisa berupa artikel, tutorial, informasi, dll.
3. Jika menyertakan kutipan, maka disertai dengan sumber yang jelas.

Tulisan yang berhasil diposting di website akan disertakan nama penulisnya.

Yuk, kita buat jejak kebaikan untuk pendidikan.


[full-post]
Assalamu 'alaikum wr wb.

Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa kita sudah bertemu lagi dengan yang namanya Raport an. Berkutat dengan angka yang seabrek jumlahnya. Kalo melihat rekan guru saling berebut kalkulator rasanya kok jadi kasihan. Namun apa dikata, mereka lebih bahagia menggunakan kalkulator dibandingkan menggunakan aplikasi seperti ini.


Dibandingkan versi punggawanya, pada versi 3 ini banyak sekali rombakan di sana-sini. Terlebih tambahnya fitur-fitur baru untuk mempermudah dan mengamankan data nilai siswa.

Apa yang baru pada aplikasi Daftar nilai dan raport versi 3 ini:

1. Tambahan menu navigasi untuk mempermudah input maupun mengetahui output data siswa
2. Laporan Mid maupun Ulangan Akhir Semester
3. Form 1 dan Form 2 Laporan Pencapaian Targe Kurikulum, Ketuntasan Belajar, dan Daya Serap
4. Menu keadaan siswa berdasarkan umur
5. Menu Petunjuk penggunaan aplikasi
6. Menu Kontak
7. Menu Help
8. Penyempurnaan rumus dibandingkan versi sebelumnya.
9. Pemberitahuan jika nilai siswa lebih rendah dari KKM maka huruf akan berwarna merah
10. Keterangan Lulus dan Tidak Lulus pada masing-masing pelajaran
11. Input Raport bisa melalui 2 langkah, yaitu langsung memasukkan nilai raport jadi (biasanya Pend. Agama dan Penjas) maupun melalui proses nilai dari awal.
12. Menambahkan jumlah siswa secara cepat, jika jumlah siswa lebih dari 31. (maaf fitur ini merupakan fitur berbayar)
13. Warna background yang elegant agar ketika menggunakan aplikasi, Anda dapat betah di depan laptop/komputer.


Berikut ini beberapa screenshot dari laptop saya:
1. Tampilan Output Raport

2.Tampilan Input Nilai

3. Tampilan Kontak admin jika ada kesulitan dalam penggunaan aplikasi

4. Menu About

 5. Menu Help

 6. Menu Output Data

 7. Menu Input Data


Aturan Penggunaan Aplikasi:

1. Aplikasi ini termasuk versi gratis apabila jumlah siswa Anda tidak melebihi 31 siswa
2. Untuk pengisian data raport dengan jumlah siswa melebihi 31 Anda akan diminta untuk memasukkan pasword.
3. Pasword bisa diperoleh melalui kontak yang tersedia di aplikasi.
4. Biaya untuk memperoleh password adalah seikhlasnya berupa pulsa ke nomor yang tertera di aplikasi.
5. Dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi ini berarti Anda menyetujui semua syarat dan ketentuan di atas.

Download kilat di sini.
Versi 3 update 1
what's new:
1. Tambahan Layout Buku Penyerahan Raport
2. Tambahan Layout Buku Kenaikan Kelas
3. Perbaikan rumus pada KKM mapel SBK
4. Perbaikan rumus nama guru pada masing-masing mapel
5. Perbaikan rumus pada daya serap per mapel.
6. Pemanfaatan Aplikasi untuk kelas rendah (biasanya terdiri dari 1 atau 2 Mapel Mulok)

1. Aplikasi Daftar Nilai dan Raport versi 3 update 1 link 1 (Google Drive)
2. Aplikasi Daftar Nilai dan Raport versi 3 update 1 link 2 (Zippyshare)
3. Aplikasi Daftar Nilai dan Raport versi 3 update 1 link 3 (Mirrorcreator)


Tutorial Input Nilai dari Aplikasi lama ke Aplikasi Daftar Nilai dan Raport terbaru



Semoga bermanfaat.

Wassalamu 'alaikum wr. wb.

[page]
[item]Bernapas merupakan kegiatan menghirup udara dan mengeluarkan udara. Udara yang kita hirup mengandung berbagai komponen gas, salah satunya adalah gas oksigen (O2). Oksigen inilah yang diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Selanjutnya, pernapasan menghasilkan karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan dari dalam tubuh.

Alat Penapasan Manusia meliputi:[/item]
[item]1. Hidung
Merupakan tempat keluar masuknya udara pernapasan. Udara masuk melalui hidung menuju rongga hidung. Di dalam rongga hidung terdapat rambut hidung dan selaput lendir. Rambut hidung dan selaput lendir berfungsi menyaring udara yang masuk agar bebas dari debu dan kuman. Dengan demikian, udara yang kita hirup bersih dari kotoran, debu, maupun kuman penyakit. Di dalam hidung udara juga mengalami penyesuaian suhu dan kelembapan.[/item]
[item]2. Tenggorokan (Trakhea)

Udara pernapasan dari hidung turun ke tenggorokan (trakhea). Tenggorokan merupakan sebuah saluran yang panjangnya kira-kira 9 cm. Pada tenggorokan terdapat bulu-bulu halus. Bulu-bulu halus berfungsi menyaring udara dari kotoran yang masih dapat lolos ke tenggorokan. Ujung trakhea bercabang menjadi dua bagian. Cabang-cabang ini disebut bronkus. Bronkus kanan menuju paru-paru kanan. Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.[/item]
[item]3. Paru-paru

Paru-paru terdapat di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua buah yaitu paruparu kiri dan paru-paru kanan. Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. 

Di dalam paru-paru terdapat cabang-cabang bronkus yang disebut bronkiolus. Bronkiolus juga memiliki percabangan yang jumlahnya sangat banyak. Cabang-cabang tersebut sangat halus dan tipis. Tiap-tiap ujung cabang membentuk kantung berdinding tipis yang disebut alveolus.

Alveolus merupakan gelembung yang sangat tipis. Gelembung tersebut diselimuti pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.

Pada saat udara yang kita hirup sampai di alveolus, oksigen melewati dinding kapiler darah. Oksigen diikat oleh Hemoglobin (Hb) darah. Setelah itu, darah akan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam tubuh, oksigen digunakan untuk proses pembentukan energi. Pada proses tersebut dihasilkan energi dan gas karbon dioksida (CO2). CO2 tersebut diikat kembali oleh hemoglobin darah. Setelah itu, darah akan membawa CO2 ke paru-paru. CO2 dari paru-paru menuju tenggorokan, kemudian ke lubang hidung untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.[/item]
[item]Daftar Pustaka: Azmiyawati, Khoiril dkk.2008.IPA Saling Temas untuk SD Kelas V SD/MI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional[/item]
[/page]

[right-side]
[page]
  [item]
Gambar1
Yellow Box Junction (YBJ) adalah marka jalan berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang berwarna kuning yang tergambar di aspal pada setiap persimpangan jalan marka jalan. YBJ ini bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas di jalur dan berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain yang tidak padat. Dengan YBJ, diharapkan kepadatan di persimpangan tidak terkunci.[/item]
  [item]Selain itu, YBJ juga sebagai tanda areal tanpa kendaraan. Misalnya, terjadi kepadatan lalu lintas di dalamnya, pengguna kendaraan bermotor lainnya yang masih di luar rambu tersebut harus berhenti, menunggu kemacetan terurai.
Gambar2
[/item]
  [item]Peraturannya, walaupun lampu lalu lintas sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti jika masih ada kendaraan lain di dalam area kotak kuning itu. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Dengan YBJ, diharapkan kemacetan di persimpangan tidak terkunci.
Gambar3
[/item]
  [item]Yellow Box Junction (YBJ) sangat berguna di persimpangan-persimpangan jalan yang padat, pada jalan-jalan utama serta saat waktu puncak kepadatan lalu lintas. Adanya YBJ ini walaupun lampu lalu lintas (traffic light) sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti ketika ada kendaraan lain di dalam YBJ. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar.
Gambar4
[/item]
  [item]Saat ini, masih banyak pengguna kendaraan bermotor tetap menerobos traffic light, saat antrean kendaraan di depannya belum terurai. Bagi pengendara yang tetap memaksa memasukkan kendaraannya ke dalam YBJ, padahal masih ada kendaraan lain di dalamnya, maka akan ditilang. Pengendara tersebut melanggar aturan lalu lintas dan akan ditilang. Dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis stop. Pelanggarnya dapat dijerat pidana kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).
Gambar5

Mari kita wujudkan tertib berlalu lintas.[/item]
[/page]

wiji hatmoko

{picture#https://scontent-sin1-1.xx.fbcdn.net/hprofile-xfa1/v/t1.0-1/p160x160/12042662_1072753802764750_19860543151692622_n.jpg?oh=54d80074b14e7ba78cdf3ac80e20dc48&oe=56E38A5F} Tak ada gunanya menguasai jika tak berbagi. {facebook#http://facebook.com/wijihatmoko} {twitter#http://twitter.com/wijihatmoko} {google#http://google.com/+wijihatmoko} {youtube#http://youtube.com/c/wijihatmoko} {instagram#http://instagram.com/wijihatmoko}
Seputar Pendidikan SD. Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.