Senin, 14 Maret 2016

Rabu, 09 Maret 2016

Mengelola Kelas Agar Selalu Kondusif

Mengelola kelas menjadi selalu kondusif untuk belajar merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru. Apalagi guru Sekolah Dasar yang sering dijengkelkan oleh ulah siswa-siswinya. Mereka para anak SD masih banyak yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya tata tertib di kelas. Mereka suka ribut di kelas, lari-lari di dalam kelas, susah diatur, dan masalah lainnya.
Jika guru tidak memiliki strategi untuk mengatasi permasalahan di dalam kelas, maka sudah dipastikan bahwa guru tersebut akan banyak kehilangan waktu hanya untuk mengatur siswanya sehingga tujuan pembelajaran akan sulit tercapai. Oleh karena itu, melalui tulisan di bawah ini saya ingin berbagi tips tentang cara mengelola kondisi kelas. 
mengelola kelas

Berikut tips mengelola kondisi kelas.


1. Siapkan Rencana Cadangan
Tidak setiap rencana yang telah dituangkan dalam RPP dapat terlaksana semuanya. Dikarenakan banyak faktor yang sangat memengaruhi terlaksana atau tidak rencana yang telah susun. Maka kita sebagai seorang guru, sebaiknya menyiapkan rencana cadangan untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi. Misalnya aktivitas A yang sudah direncanakan ternyata tidak memungkinkan untuk dijaklankan, maka kita perlu memiliki rencana B atau C. Sehingga guru dapat tetap mengontrol kelas dengan baik.

2. Puji Perilaku Siswa
Sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia yang menyukai pujian. Termasuk pula siswa sekolah dasar. Mereka menyukai pujian dari gurunya. Maka, guru sebaiknya segera memuji jika siswa-siswinya yang melakukan hal positif.  Terutama saat siswa "pembuat ulah" dapat berperilaku baik. Mereka sangat senang dengan pujian. Entah itu pujian dalam bentuk verbal maupun non verbal.

Namun perlu diingat, bahwa perhatian guru berupa pujian yang diberikan pada siswa tidak boleh hanya diberlakukan untuk satu orang saja. Dikhawatirkan jika pujian hanya diberlakukan pada satu siswa saja, maka motivasi siswa yang lain akan menurun dan serta timbul iri hati antar siswa. Untuk menghindari hal ini, pujian dari guru dapat berupa pula tepuk tangan pada semua siswa yang telah berhasil menguasai pembelajaran pada hari itu.

3. Gunakan Perintah dalam Nada Positif.
Jangan bayangkan siswa Anda ramai!
Apa yang terjadi? Anda malah cenderung membayangkan siswa Anda ramai.
Maka sebisa mungkin hindarilah melakukan perintah Anda menggunakan nada negatif seperti kata jangan. 
Coba Anda bandingkan bentuk kalimat perintah di bawah ini! Manakah yang mengandung nada negatif dan manakah yang mengandung kalimat bernada positif.
  • Jangan ramai, kita kembali ke pelajaran!
  • Dalam hitungan ke-3, anak-anak akan memperhatikan kata-kata Pak Guru. Satu, Dua, Tiga!
  • Jangan berlarian di dalam kelas!
  • Duduklah di kursimu lalu hadapkan pandanganmu ke arah papan tulis! Perhatikan tulisan berikut ini!
Bagaimana?Semoga Anda dapat terinspirasi dengan tulisan di atas.

Selanjutnya dapat kita bahas lebih mendalam melalui forum guru di sini. Namun Anda disyaratkan untuk bergabung terlebih dahulu menjadi anggota forum. Lihat panduannya di sini.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes